ABSTRAK
Perkembangan ilmu pengetahuan pada bidang konstruksi pada penggunaan bata
ringan, sudah banyak ditemukan teknologi efisien yang dapat menekan anggaran
biaya pekerjaan. Salah satu teknologi tersebut adalah penggunaan bata ringan pada
pekerjaan konstruksi. Pemanfaatan Abu Tanda Kosong kelapa sawit dan Katalis
sebagai penambahan bata ringan sebagai inovasi dan mengelola ATKKS.
Penelitian ini memfokuskan pada jenis bata Cellular Lightweight Concrete (CLC)
dengan penambahan ATKKS dan Katalis dengan persentase 0% 0,25%, 0,50%,
0,75% dan 1% dengan umur pengujian 14 hari dan 28 hari. Pada penelitian ini
menggunakan metode eksperimen. Tujuan Menghitung Job Mix Formula (JMF)
bata ringan.Perawatan bata ringan mengaplikasikan metode air cured, dilakukan
dengan cara membungkus beton dengan plastik dan diikat dengan rapat. Penelitian
ini dilakukan dengan standar SNI 8640-2018, hasil penelitian menunjukkan nilai
bobot tertinggi dan terendah bata ringan normal dan campuran ATKKS selama
umur 14 hari. Presentasi tertinggi berada pada 0%, dengan rata rata 1.098.552.,56
, sedangkan terendah berada pada 0,25% dengan rata rata 1.034.094,7,.Umur 28
hari menghasilkan nilai tertinggi berada pada 0,75% dengan rata rata
1.100.542,60, sedangkah terendah berada pada 0% 1.019.922,32. ATKKS dan
Katalis Umur 28 hari menghasilkan 1.000.177,8, 992.772,7, 977.896,6, dan
949.421,85Hasil penelitian kuat tekan bata ringan CLC menunjukkan nilai pada
umur 14 hari dengan persentase penambahan 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75% dan 1%
menghasilkan kuat tekan berturut-turut 1,18 MPa, 1,30 MPa, 1,08 MPa, 1,06 MPa
dan 1,47 MPa. Umur 28 hari menghasilkan 1,33 MPa, 1,43 MPa, 1,41 MPa, 1,38
MPa dan 1,62 MPa. Campuran ATKKS dan Katalis 28 hari menghasilkan 1,92
MPa, 1,84 MPa, 1,50 MPa, dan 1,49 MPa. Berdasarkan pengujian maka variasi
penggunaan ATKKS nilai tertinggi berada di 1% dengan persentase 1,62 MPa
Dengan menggunakan ATKKS+katalis nilai tertinggi berada di 0,25% dengan
Persentase 1,92 MPa.
Kata kunci : Bata Ringan, Aditive, Katalis, ATKKS.